Terkenal dengan beberapa karyanya seperti cerpen Dilarang Mencintai
Bunga-Bunga, novel Pasar dan Khotbah di Atas Bukit, serta dianggap
sebagai salah satu sosok pembaharu sastra Indonesia lewat karya-karya
puisi sufistiknya, dalam buku ini Anda akan menyimak naskah drama yang
ditulis Kuntowijoyo. Karya drama ini ia tulis sebagai kritik terhadap
kekuasaan apapun, yaitu kekuasaan ekonomi, ilmu, teknologi, birokrasi
dan sebagainya yang menurutnya “cenderung menjadi sihir” mempesona
sekaligus jahat yang bisa mendatangkan petaka bagi pemegangnya, terlebih
mereka yang menjadi sasarannya. Ini adalah salah satu karya Kuntowijoyo
yang hadir dalam bentuk lain dan patut dimiliki para pencinta
sastra/budaya. Ditulis tahun 1972 dan meraih penghargaan Sayembara
Penulisan Lakon Dewan Kesenian Jakarta pada 1973.
Terkenal dengan beberapa karyanya seperti cerpen Dilarang Mencintai
Bunga-Bunga, novel Pasar dan Khotbah di Atas Bukit, serta dianggap
sebagai salah satu sosok pembaharu sastra Indonesia lewat karya-karya
puisi sufistiknya, dalam buku ini Anda akan menyimak naskah drama yang
ditulis Kuntowijoyo. Karya drama ini ia tulis sebagai kritik terhadap
kekuasaan apapun, yaitu kekuasaan ekonomi, ilmu, teknologi, birokrasi
dan sebagainya yang menurutnya “cenderung menjadi sihir” mempesona
sekaligus jahat yang bisa mendatangkan petaka bagi pemegangnya, terlebih
mereka yang menjadi sasarannya. Ini adalah salah satu karya Kuntowijoyo
yang hadir dalam bentuk lain dan patut dimiliki para pencinta
sastra/budaya. Ditulis tahun 1972 dan meraih penghargaan Sayembara
Penulisan Lakon Dewan Kesenian Jakarta pada 1973.

0 comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkomentar :)