Gue punya ceritaaaaa. Ssst, tapi ini bukan cerita tentang gueeee. Serius deh bukaaan. Haha
Ya pokoknya ini mah cerita lah yaa.
Entah cerita dari manaaa, yang penting cerita.
Ngga tau bener atau engga, yang penting cerita lah ya haha *apa sih gue-_-.
Jadi begini,
Gue punya temen baik. Ya baik lah pokoknya~
Dan yang gue rasaaa, gue cukup prihatin sama hidupnya.
Kenapaaa?
Karena ya katanya sih dia merasa seperti ngga di anggap gitu sama keluarganya.
Dia merasa dirumahnya tuh kayak babu.
Dia harus mengerjakan semua pekerjaan. Dan ngga boleh ada satu pekerjaan yang tersisa.
Dia sedih, karena dia jarang untuk bisa bermain.
Gua ngga tau sih ya, kenapa alasannya untuk ngga bisa main.
Jaraaaang banget yang namanya main.
Kita emang jarang ngumpul.
Akhirnya dia merasa semakin sedih.
Sangat beda dengan teman temannya yang lain, yang bisa main kemana pun mereka mau, tanpa ada batasan waktu (kecuali kalau emang udah waktunya pulang), tanpa ada hape yang berdering menyuruh anaknya pulang.
Hidupnya semakin terasa hancur.
Terlebih dengan orang tuanya yang retak.
Retak sejak usianya masih kecil.
Dia sempat bahagia kalau mengingat ayahnya dulu menjadi orang yang sukses.
Tapi sekarang, semua berbeda.
Hubungan orang tua nya semakin renggang.
Dan ayahnya pun tidak sesukses yang dulu.
Dia pernah berkata, dia ingat, apa yang dia lakukan pada wanita lain.
Mungkin ini sebabnya.
Ayahnya tak selalu memberi nafkah.
Kewajiban seorang ayah yang harus menafkahi keluarga.
Ya benar, me naf ka hi.
Tapi bagaimana kalau menafkahi diluar dari keluarganya?
Gue ngga bisa membayangkan.
Bagaimana perjuangan dia menutup nutupi semua kelakuan ayahnya.
Hingga akhirnya pun, ibunya mengetahui dengan sendirinya.
Dia bersyukur, karena orang tuanya ngga sampe berpisah.
Cuma baginya, dia merasa seperti pincang.
Walaupun punya ayah dan ibu.
Dia seperti tidak mempunyai ayah dan ibu.
Heran kan yah?
Mungkin kesabaran dia ngga sampe sini aja.
Mungkin lebih dari yang gue tau.
Gue tau, banyak anak diluar sana yang merasakan hal yang sama kayak dia.
Gue tau banget dia gimana.
Tapi sangat sangat disayangkan, kalau akhirnya dia salah ambil langkah.
Gue ngga tau pasti.
Yang jelas, semoga ngga ada lagi anak anak yang mengalami hal ini.
Satu yang gue tau, dia selalu berdoa, semoga anak anak di dunia ini, mendapatkan kebahagiaan yang ngga dia dapat hingga saat ini.
About
Facebook : Salsabila Sarah Pradipta
BBM : 5418A87E
WA : 089691054054
Ig : @salbilasarahprdpt
Path : Salsabila Sarah Pradipta
Line : salsabila_sp
Minggu, 09 Agustus 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkomentar :)