Bismillahirrahmanirrahim
"Hai orang-orang yang beriman,jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu sesungguhnya ALLAH beserta orang -orang yang sabar
."(QS.Al-Baqarah[2]:153)
Ada seorang pengusaha yang sering kali mengatakan dalam seminarnya,
" Berbahagialah bagi yang cintanya sering di tolak, karena berarti dirinya teraniaya.
Dan, orang yang teraniaya do'anya dikabulkan oleh ALLAH!"
Kontan saja audiensi geerr dengan pernyataanya itu.
Sebuah gurauan dan canda namun mengandung pelajaran berharga
Mengajarkan kepada kita agar senantiasa bersikap positip dan optimis dalam menghadapi kepahitan dalam hidup.
Tertolak cinta, kegagalan pinangan, mencintai tapi tak bisa menikahi memang sakit rasanya
Apalagi jika masih sering bertemu
Satu organisasi, satu sekolah atau satu kampus.
Satu desa, bahkan mungkin satu RT
Mungkin ingatanmu tidak sampai mendalam, jika si dia jauh darimu
Misalnya engkau berada di bandung, memiliki tambatan hati di medan atau kota lain yang jauh jaraknya.
Ketika dirinya tidak berhasil menjadi suami atau istrimu,ketika dirinya
tidak berjodoh dengan dirimu, ketika dirinya bukan yang terbaik
bagimu,beban kepahitan itu tidak akan terlalu berat dirasakan, di
bandingkan ketika dirinya berada di dekatmu:
Satu organisasi keislaman, atau rumahnya berdekatan ,atau bahkan mantan teman sepermainan.
SUDAH PASTI RASANYA AKAN BEDA
Oleh karena itu,ana menitip pesan buat Ikhwan wa akhwat fillah
Para akhwat yang di sayangi ALLAH :
Ketika telah datang seorang,ikhwan yang telah diridhai dari segi
agamanya dan engkau pun telah memiliki kesiapan untuk hidup bersamanya, maka janganlah engkau menunda-nunda ataupun memberikan jawaban semu
penuh harapan jika ujungnya justru mengecewakan
Pun buat Saudaraku ,para ikhwan yang di cintai ALLAH:
Ketika memang telah datang seorang saudarimu,akhwat yang telah engkau
ridhai dari segi agama, dan engkau pun siap untuk hidup bersamanya, maka
janganglah engkau enggan hanya lantaran dirinya yang dulu mengajukan
meminangmu
Perlu kita ingat, seorang wanita mengajukan dirinya
kepada seorang laki-laki yang telah diridhoi dari segi agama atau
kesalehannya, bukan wanita yang hina ataupun murahan!
Karena, syariat pun tidak pernah memberikan larangan.
Bukankah pada pernikahan yang mulia antara Sang Rasul junjungan dengang
Ibunda KhadiJah,yang mengajukan pinangan terlebih dulu Ibunda Khadijah ?
Menikah adalah ibadah... so jangan menunda-nunda ibadah
^___^
0 comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkomentar :)